Hatinya uda semakin dekat.......
Deg2an, seneng, kuatir, pokonya campur2 acak2an
Banyak banget perobahan, uda mulai susah konsen kerja, yang dipikirin cuma perlu beli popok lagi gak yah :DDDDDD
Untung minggu depan uda mulai cuti
Ga tahan mikirin baju baby belom dicuciin :p
Uda ga sabar liat dede bayinya, pengen tau mirip siapa yah dia, mirip edit or andri yah.
Berdoa banyak2, semoga yang terbaik dari Allah buat si dede -- Amin
Gini ternyata perasaannya ibu yah, jadi makin sayang n kagum ama mama, bisa sabar ngadepin anak2nya yang badung2 n nyusahin mulu hehehe
Kapan yah kira2 dedenya kluar, untung aja andri uda standby di kota, jadi perasaan lebih tenang ada yg jagain.
Semoga aja bisa cepat dan lancar, lahir normal dan bisa IMD. Amin
Showing posts with label Pregnancy. Show all posts
Showing posts with label Pregnancy. Show all posts
Thursday, October 8, 2009
Tuesday, October 6, 2009
Perlukah????
Intrathecal Labor Analgesia (ILA)
Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dan Nyeri
Salah satu kecemasan para ibu menjelang melahirkan adalah menghadapi rasa sakit dan nyeri. Apalagi bagi calon ibu yang belum pernah melahirkan sebelumnya.
Namun kemajuan ilmu kedokteran saat ini dapat meminimalkan rasa nyeri. Namun sebaknya kita mengetahui penyebab rasa nyeri terjadi.
Rasa nyeri menjelang dan saat persalinan disebabkan oleh tekanan darah dan denyut jantung yang meningkat cepat. Jika ibu tidak dapat menahan rasa nyeri dan dibiarkan, hal dicemaskan adalah konsentrasi calon ibu menghadapi selama proses persalinan terganggu. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu ataupun bayinya.
Namun kini bagi calon ibu yang tak sanggup dengan rasa sakit dan nyeri saat persalinan normal, kini sudah ada Intrathecal Labor Analgesia (ILA). Yaitu suatu teknik untuk mengurangi rasa nyeri saat melahirkan dengan jalan menyuntikkan obat pembunuh rasa sakit. Seperti apa cara kerjanya dan adakah efek sampingnya? Berikut penjelasannya:
Metode Intrathecal Labor Analgesia (ILA)
Persalinan dengan ILA dilakukan dokter kandungan dan dokter anastesi yang menyuntikkan obat ke dalam cairan saraf tulang belakang si ibu. Cairan inilah yang menghilangkan rasa sakit. Calon ibu tak perlu kuatir, obat ini sama sekali tidak akan mempengaruhi janin.
Obat ini hanya bekerja pada satu saraf, sehingga tidak terserap ke pembuluh darah dan masuk ke tubuh bayi. Obat tersebut disuntikkan ke punggung ketika posisi si ibu duduk atau berbaring miring. Ini berbeda dengan teknik epidural yang menyuntukkan obat ke dalam rongga epidural.
Penyuntikkan obat dilakukan saat persalinan mulai masuk pada tahap bukaan 3, ditandai kontraksi yang intens dan berkali-kali, serta rasa nyeri. Setelah obat bekerja, biasanya si ibu akan marasa otot-otot tungkainya merasa kebas (kesemutan) dan lemas, namun tetap dalam keadaan sadar. Pada beberapa ibu, kontraksi rahim melambat sementara, setelah disuntik. Tapi sebagian besar umumnya mengalami perbaikan pola kontraksi. Selebihnya, proses persalinanpun berjalan seperti pesalinan normal lainnya.
Adakah efek samping?
Efek samping persalinan dengan bantuan ILA bisa dibilang amat ringan dan tidak mempengaruhi kondisi janin. Meski jarang, beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah mual, muntah, penurunan tekanan darah, serta gatal-gatal ringan yang mudah diatasi. Namun semua itu bisa dicegah dengan memberikan obat antimual dan muntah sebelum pemberian cairan.
~ diambil dari http://www.conectique.com/tips_solution/pregnancy/baby_delivery/article.php?article_id=2933
Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dan Nyeri
Salah satu kecemasan para ibu menjelang melahirkan adalah menghadapi rasa sakit dan nyeri. Apalagi bagi calon ibu yang belum pernah melahirkan sebelumnya.
Namun kemajuan ilmu kedokteran saat ini dapat meminimalkan rasa nyeri. Namun sebaknya kita mengetahui penyebab rasa nyeri terjadi.
Rasa nyeri menjelang dan saat persalinan disebabkan oleh tekanan darah dan denyut jantung yang meningkat cepat. Jika ibu tidak dapat menahan rasa nyeri dan dibiarkan, hal dicemaskan adalah konsentrasi calon ibu menghadapi selama proses persalinan terganggu. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu ataupun bayinya.
Namun kini bagi calon ibu yang tak sanggup dengan rasa sakit dan nyeri saat persalinan normal, kini sudah ada Intrathecal Labor Analgesia (ILA). Yaitu suatu teknik untuk mengurangi rasa nyeri saat melahirkan dengan jalan menyuntikkan obat pembunuh rasa sakit. Seperti apa cara kerjanya dan adakah efek sampingnya? Berikut penjelasannya:
Metode Intrathecal Labor Analgesia (ILA)
Persalinan dengan ILA dilakukan dokter kandungan dan dokter anastesi yang menyuntikkan obat ke dalam cairan saraf tulang belakang si ibu. Cairan inilah yang menghilangkan rasa sakit. Calon ibu tak perlu kuatir, obat ini sama sekali tidak akan mempengaruhi janin.
Obat ini hanya bekerja pada satu saraf, sehingga tidak terserap ke pembuluh darah dan masuk ke tubuh bayi. Obat tersebut disuntikkan ke punggung ketika posisi si ibu duduk atau berbaring miring. Ini berbeda dengan teknik epidural yang menyuntukkan obat ke dalam rongga epidural.
Penyuntikkan obat dilakukan saat persalinan mulai masuk pada tahap bukaan 3, ditandai kontraksi yang intens dan berkali-kali, serta rasa nyeri. Setelah obat bekerja, biasanya si ibu akan marasa otot-otot tungkainya merasa kebas (kesemutan) dan lemas, namun tetap dalam keadaan sadar. Pada beberapa ibu, kontraksi rahim melambat sementara, setelah disuntik. Tapi sebagian besar umumnya mengalami perbaikan pola kontraksi. Selebihnya, proses persalinanpun berjalan seperti pesalinan normal lainnya.
Adakah efek samping?
Efek samping persalinan dengan bantuan ILA bisa dibilang amat ringan dan tidak mempengaruhi kondisi janin. Meski jarang, beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah mual, muntah, penurunan tekanan darah, serta gatal-gatal ringan yang mudah diatasi. Namun semua itu bisa dicegah dengan memberikan obat antimual dan muntah sebelum pemberian cairan.
~ diambil dari http://www.conectique.com/tips_solution/pregnancy/baby_delivery/article.php?article_id=2933
Subscribe to:
Posts (Atom)
